Senin, 26 Mei 2014

Politik AS : Obama Pembohong dan Penghasut Perang


Politik AS
Obama Pembohong dan Penghasut Perang

Islam Times -
Presiden AS, Barack Obama adalah pembohong dan penghasut perang yang tindakannya selalu bertentangan dengan ucapannya, seorang analis politik Amerika mengatakan.

Saat ini, Obama sedang mempersiapkan pidato untuk membela kebijakan luar negerinya dan menjawab klaim kubu Republik tentang kebijakan luar negerinya yang lemah, terutama dalam menangani Rusia, Cina, Timur Tengah dan masalah geo-politik lainnya.

Pada Rabu nanti (28/5/14), Obama akan berpidato di Akademi Militer AS di West Point, New York untuk menjelaskan pendekatan kebijakan luar negerinya di tahun-tahun terakhir jabatannya. Obama pernah menyebut, kebijakan luar negri yang dijalankannya tergantung pada diplomasi multilateral, bukan intervensi militer.

Kepada Press TV, hari Minggu (25/5/14), Stephen Lendman, seorang penulis dan pembawa acara radio di Chicago, mengatakan Obama adalah pembohong. Tidak ada yang kata-katanya yang bisa dipercaya.

Lendman menegaskan, Obama sering mengatakan sesuatu hal dan kemudian melakukan sesuatu yang sama sekali berbeda dari ucapannya. Misalnya, Obama menyebut dirinya menolak intervensi militer, tapi pada saat yang sama, Obama menggelar perang proxy yang terjadi satu demi satu.

Menurut Lendman, Obama masih punya rencana perang-perang lain. Bahkan Obama masih ingin melakukan intervensi militer di Suriah.[IT/r]

Gejolak Ukraina : Warga Jerman Kecam Dukungan Pemerintah pada Nazi Ukraina


Gejolak Ukraina
Warga Jerman Kecam Dukungan Pemerintah pada Nazi Ukraina

Islam Times -
Menteri Luar Negeri Jerman, Frank-Walter Steinmeier kehilangan kesabarannya dalam kampanye pemilu SPD (Partai Sosial Demokrat Jerman) di Alexanderplatz, Berlin.

Sang Menteri membela kebijakannya di Ukraina ketika ia diinterupsi oleh beberapa hadirin karena mendukung kawanan Nazi Ukraina. Ia balik membentak seraya mengatakan bahwa mereka adalah para penghasut perang, sedangkan Uni Eropa dan kaum demokrat sosial memperjuangkan perdamaian.

Ini bukan pertama kalinya pemerintah Jerman dikritik lantaran dukungannya terhadap kaum ekstremis Ukraina dalam melawan Rusia. Sebelumnya, tiga mantan kanselir Jerman, Helmut Schmidt, Helmut Kohl, dan Gerhard Schröder, mengungkapkan keraguannya, bahkan oposisinya, terhadap kebijakan itu. Kanselir Angela Merkel pekan lalu juga dicemooh dalam kampanyenya, oleh para pemilih yang meneriakkan "tidak ada dukungan untuk Nazi di Ukraina!".

Mantan kepala dinas intelijen, Steinmeier, telah memainkan peran sentral dalam dukungan Jerman terhadap teroris KLA selama perang NATO di Kosovo. Kali ini, ia dipercaya sebaga inarsitek utama dukungan Jerman bagi kawanan Nazi Ukraina.

Ekspor Jerman ke Rusia turun 16 persen pada Januari-Februari 2014.

Kunjungan Paus Francis ke Palestina Paus Francis Disambut Protes


Kunjungan Paus Francis ke Palestina
Paus Francis Disambut Protes

Islam Times -
Paus Francis tiba di Tepi Barat yang diduduki di hari kedua turnya dan disambut aksi protes warga Israel yang menolak kunjungannya.

Setibanya di kota Betlehem, pada Minggu (25/5/14), pemimpin spiritual Katolik yang berusia 77 tahun itu mengadakan pertemuan Kepala Otoritas Palestina, Mahmoud Abbas.

Dalam pertemuan tersebut, Abbas mengecam rezim Zionis Israel karena menekan orang-orang Kristen dan Muslim agar meninggalkan al-Quds (Yerusalem).

Dalam pertemuan itu, Abbas menyampaikan bahwa rezim Zionis secara sistematis berusaha mengubah identitas dan karakter Palestina. Rezim itu juga mencekik rakyat Palestina, baik Kristen dan Muslim, agar merekak keluar dari sana.

Sementara itu, pasukan Israel menangkap sedikitnya 26 orang yang memprotes kunjungan Paus ke al-Quds. Dua tentara Israel terluka dalam bentrokan itu.

Sejauh ini, Israel terus dikecam okarena meningkatnya serangan pendatang Israel terhadap kaum Muslim dan Kristen.

Paus memulai tur ke Timur Tengah dengan mengunjungi Yordania pada hari Sabtu (24/5/14). Ini kunjungan pertama Francis ke wilayah Timur Tengah sejak ia dinobatkan menjadi Paus.[IT/r]

Boko Haram Kembali Serang Desa, 24 Warga Tewas


Kano, LiputanIslam.com — Sedikitnya 24 orang tewas pada hari Minggu (25/5), setelah orang-orang bersenjata kelompok Boko Haram menyerang sebuah desa di timur laut Nigeria. Ini merupakan serangan yang kesekian kalinya setelah kelompok ektrimis ini menarik perhatian dunia dengan menculik 200 pelajar sekolah menengah putri bulan lalu.

Menurut para saksi, gerombolan Boko Haram itu berjumlah puluhan orang dengan berkendara sepeda motor, menyerbu satu desa di negara bagian Borno Kamuya, Minggu (25/5). Serangan tersebut berlangsung saat matahari terbit ketika para penduduk sedang berangkat menuju ke pasar.

“Sebelum menyerang, Mereka memblokir semua rute yang masuk ke desa itu. Mereka menembak secara membabi buta,” kata warga setempat, Bala Mshelia, kepada kantor berita CNA.

“Mereka membunuh 24 orang dan kabur dengan menerobos ke semak-semak. Kami yakin mereka Boko Haram,” tambah Mshelia.

Warga desa yang ketakutan melarikan diri ke kota terdekat karena takut serangan lanjutan.

“Orang-orang bersenjata mengatakan mereka akan kembali dengan lebih banyak serangan dan kami merasa kami harus pergi untuk menyelamatkan hidup kita,” kata warga lainnnya, Dauda Ibrahim, yang memberikan laporan serupa dari insiden tersebut.

Boko Haram telah meningkatkan serangan di pedesaan Borno itu, menyerang desa-desa di mana mereka membunuh warga, menjarah persediaan makanan dan membakar rumah . Rabu lalu kelompok ini menewaskan 34 orang dalam penggerebekan di empat desa di dua kabupaten negara Borno. Tiga serangan terpisah pada hari Senin, Selasa dan Rabu, termasuk dua dekat kota terpencil Borno dari Chibok di mana gadis-gadis itu diculik dan menewaskan lebih dari 50 orang.

Keadaan darurat telah ditetapkan di Borno dan dua negara tetangga timur laut sejak Mei tahun lalu.(ca/cna)

Kamis, 22 Mei 2014

Inilah Alasan Mengapa Israel Tidak Berani Menyerang Iran


Inilah Alasan Mengapa Israel Tidak Berani Menyerang Iran
Jumat, 2014 Mei 23

Kepala Departeman Humas Republik Islam Iran Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan, rezim Zionis Israel tidak berani melancarkan serangan militer terhadap Iran karena rezim tersebut benar-benar takut terhadap respon militer Iran.

Brigadir Jenderal Ramezan Sharif pada Kamis (22/5) mengatakan, alasan mengapa Israel tidak mengambil tindakan militer terhadap Iran adalah Tel Aviv benar-benar takut dengan serangan balik Iran.

Ia menambahkan, masyarakat internasional telah mengkonfirmasi sifat damai program nuklir Iran, dan semua orang tahu bahwa Tehran tidak sedang mengejar senjata nuklir.

"Namun demikian, Amerika Serikat dan Israel sedang menciptakan berbagai dalih untuk mencegah Iran mencapai kemajuan lebih lanjut," pungkasnya seperti dikutip Press TV.

Sebelumnya pada Kamis, Komandan Pasukan Angkatan Darat Iran Brigadir Jenderal Ahmad Reza Pourdastan menekankan kesiapan penuh Angkatan Bersenjata Iran, dan memperingatkan bahwa Tehran akan memberikan jawaban menghancurkan terhadap setiap agresi militer.

Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah mencapai prestasi besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi sistem dan peralatan penting militer.

Meski demikian, Tehran telah berulang kali mengatakan bahwa kekuatan militernya tidak menimbulkan ancaman bagi negara-negara lain, sebab, doktrin pertahanan didasarkan pada pencegahan. (IRIB Indonesia/RA)