Senin, 10 Maret 2014

Seorang Kakak memeluk adiknya yang tidur diselokan


TIDAK ADA KENIKMATAN YANG BERELEBIHAN KECUALI ADA HAK ORANG LAIN YANG DIABAIKAN. Subhanallah.....Miris membacanya, miris melihatnya.

Seorang Kakak memeluk adiknya yang tidur diselokan....Bagaimana negara ini. Ya Allah.....Ilaahi. Maafkan kami yang tidak pernah berfikir tentang sekitar kami. Mereka sudah makan atau belum, mereka mencium bau masakan rumah kami atau tidak....mereka melihat kenikamatan yang kami peroleh dari MU Ya Ilaahi. Keluar masuk komplek dengan mobil dan anak-anak kami. Ilaahi...Ilaahi....layakkah dengan kondisi seperti ini kita menikmati Umroh, Ziarah, Haji berkali-kali??? 

Ilahi...Ilahi....maafkan kami. TIDAK ADA KENIKMATAN YANG BERELEBIHAN KECUALI ADA HAK ORANG LAIN YANG DIABAIKAN.

Ada sebuah cerita : Saat Hasan bin Ali ra membagi-bagikan makanan, dengan mengundang makan dirumahnya. Dan itu seringkali.....lalu ada seorang tua yang mengambil makanan itu untuk dibawa pulang, lalu Hasan berkata....mengapa engkau membawanya. Makanlah disini sepuasmu. Tapi orang tua itu berkata....tidak, ini bukan untukku, ini akan aku berikan pada orang tua di depan pintu kota yang hanya makan dengan Tepung-Kasar dan Air-Garam. Hasan bin Ali menangis...menangis dan berkata. Engkau tahu siapakah orang tua itu. Itu ayah-ku, Ali bin Abi Tholib. Dan sebagian makanan disini adalah miliknya.
Ya Ilaahi...Ilaahi....berilah kami secuil kebaikan-kebaikan mereka. Keluarga Nabi-Mu. Ilaahi....Ilahi. Ampunilah dosa kami. 

TIDAK ADA KENIKMATAN YANG BERELEBIHAN KECUALI ADA HAK ORANG LAIN YANG DIABAIKAN.

Australia Kirim Pesawat Kedua untuk Misi Pencarian MAS MH370


Australia Kirim Pesawat Kedua untuk Misi Pencarian MAS MH370
Senin, 2014 Maret 10

Australia, Senin pagi (10/3) mengirim pesawat RAAF kedua dari Darwin untuk mencari pesawat Malaysia Arlines (MAS) Boeing 777-200ER yang hilang sejak awal Sabtu.

Australia mengirim RAAF AP-3C Orion pada Ahad malam dan pesawat kedua berangkat dari Darwin pada 8.30 pada Senin pagi, demikian dilaporkan menurut Australian Associated Press.

Marsekal Mark Binskin mengatakan pesawat mengontrol maritim dan pemantauan jarak jauh yang dilengkapi dengan alat detektor yang telah disesuaikan dengan misi.

Terdapat 18 awak di setiap jet RAAF Australia.

Enam warga Australia dan dua warga Selandia Baru, seorang yang tinggal di Perth berada di dalam pesawat MAS yang hilang di Laut Cina Selatan Sabtu pagi, 50 menit setelah penerbangan lepas landas dari Kuala Lumpur.

Para pejabat dan ahli sedang menyelidiki kemungkinan aksi teror setelah dua penumpang pesawat itu diduga menggunakan paspor curian.

Menteri Luar Australia, Julie Bishop telah menghubungi mitranya dari Malaysia untuk memberi dukungan.

Dikatakannya bahwa laporan soal paspor curian itu sedang menjadi fokus.

"Mungkin tidak ada kaitan langsung namun ini merupakan perkembangan mengkhawatirkan," kata Bishop kepada radio ABC pada Senin.

"Para petugas kami selalu menghubungi pejabat di Malaysia."

Malaysia telah mendirikan pusat koordinasi penyelamatan dengan puluhan kapal dan pesawat sedang mencari pesawat yang hilang, katanya.

Vietnam, Filipina, Amerika Serikat, Singapura, Indonesia dan Cina juga mengirim bantuan untuk bergabung dalam misi pencarian pesawat naas tersebut. (IRIB Indonesia/MZ)

Kapal Perang Indonesia Tiba di Lokasi Pencarian Pesawat Malaysia


Kapal Perang Indonesia Tiba di Lokasi Pencarian Pesawat Malaysia
Senin, 2014 Maret 10

Dua dari lima kapal perang Indonesia yang ditugaskan untuk membantu pencarian pesawat Malaysian Airlines MH370 sudah tiba di sekitar perairan yang diduga tempat jatuhnya pesawat, kata Gugus Keamanan Laut Komandan Armada Barat Laksamana Pertama TNI Harjo Susmoro.

"Dua KRI, Kraig dan Mata Cora sudah masuk dalam lokasi yang diduga tempat jatuhnya pesawat," kata Harjo Susmoro di Batam, Senin.

Angkatan Laut Malaysia meminta asistensi dari TNI AL untuk melakukan pencarian bersama pesawat yang hilang. TNI AL mengerahkan lima KRI, dua di antaranya milik Guskamla dan dua dari Gugus Tempur Laut (Guspurla).

Harjo mengatakan pihaknya sudah mengerahkan dua KRI yang kebetulan beroperasi di sekitar Selat Malaka sejak kemarin, namun, baru bisa memasuki wilayah Perairan Malaysia sekitar pukul 00.30 WIB, setelah mendapatkan izin dari Malaysia.

Malaysia membagi 10 sektor pencarian pesawat, A hingga J di sekitar lokasi yang diduga tempat jatuhnya kapal, 280 derajat dari Pulau Penang, dengan jarak 80 mil. KRI Kraig menempati sektor D dan KRI di sektor F.

Sementara tiga KRI lainnya masih dalam menuju sektor pencarian. KRI Sutanto menuju sektor J, KRI Tarihu sektor E dan KRI Iribva sektor C.

TNI AL juga mengirimkan pesawat Casa Umar 621 untuk mencari pesawat Malaysia.

Sampai saat ini seluruh armada yang ditugasi mencari pesawat Malaysia, belum menemukan titik terang. "Masih nihil," kata dia.

Selain KRI dan kapal-kapal Malaysia, kapal dari Thailand juga dilibatkan dalam pencarian pesawat yang hilang itu.

Sementara itu, dari Jakarta, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono juga berharap pencarian pesawat maskapai Malaysia Airlines itu yang dilakukan oleh sejumlah negara di ASEAN bisa menjadi momentum untuk peningkatan kerja sama negara-negara di kawasan.

"Semoga momentum ini bisa digunakan untuk kedepankan persamaan, perdamaian dan kerjasama di kawasan Cina Selatan untuk misi kemanusiaan," kata Presiden. (IRIB Indonesia / Antara / SL)

Pasukan Pro-Rusia Menduduki Pangkalan Militer Crimea


Pasukan Pro-Rusia Menduduki Pangkalan Militer Crimea
Senin, 2014 Maret 10

Kementerian Pertahanan Ukraina mengklaim bahwa pasukan pro-Rusia telah menduduki sebuah pangkalan udara di Republik Otonomi Crimea.

Seorang juru bicara Kementerian Pertahanan Ukraina di Crimea pada hari Ahad (9/3) mengatakan bahwa kelompok bersenjata memblokir pintu masuk ke bandara militer dekat wilayah Saki dan mendirikan pos-pos yang dilengkapi senapan mesin di sepanjang landasan, demikian dilaporkan Reuters.

Militer Rusia sendiri telah menguasai sejumlah titik strategis di Crimea, termasuk pangkalan udara Belbek dekat kota Sevastopol dan bandara sipil utama di Simferopol, pusat administrasi Republik Otonom Crimea.

Banyak warga Crimea meminta bantuan dari Rusia pasca penggulingan mantan presiden Ukraina, Viktor Yanukovych.

Rusia mengirim pasukannya ke Crimea setelah parlemen Rusia memberi lampu hijau kepada Presiden Vladimir Putin untuk menggunakan angkatan bersenjata "untuk melindungi kepentingan Rusia di wilayah itu."

Pekan lalu, Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa Moskow harus merespon seperti yang dipicu oleh "kebijakan gegabah dan aksi tidak bertanggung jawab Washington."

AS dan sekutu Eropanya berulang kali mengancam akan memberlakukan sanksi terhadap Rusia atas aksi-aksinya di Ukraina, khususnya mengerahkan pasukan di wilayah Crimea.(IRIB Indonesia/MZ)

Malaysia Bantah Puing yang Ditemukan di Laut Vietnam Serpihan Pesawat MH370


Malaysia Bantah Puing yang Ditemukan di Laut Vietnam Serpihan Pesawat MH370
Senin, 2014 Maret 10

Departemen Penerbangan Sipil Malaysia memberikan klarifikasi resmi mengenai sejumlah puing yang terlihat di lautan antara Malaysia dan Vietnam. Mereka memastikan puing yang ditemukan di dekat Tho Chu Island Vietnam bukan berasal dari pesawat Malaysia Airlines MH370.

"Puing yang ditemukan mengambang sekitar 100 kilometer dari pulau tersebut tidak cocok dengan badan pesawat MH370," ujar Direktur utama Departemen Penerbangan Sipil Malaysia (DCA) Azharuddin Abdul Rahman seperti dilansir The Star, Minggu (9/3/2014).

Menurutnya, saat ini pihak mereka masih fokus pada apakah tumpahan minyak yang ditemukan 20 mil sebelah selatan tempat Malaysia Airline Boeing 777-200 terakhir kali terdeteksi cocok dengan bahan bakar pesawat tersebut.

"Saat ini radius pencarian telah diperluas dari 20 mil menjadi 50 mil. Kami memiliki 34 pesawat dan 40 kapal yang menyisir daerah pencarian untuk melakukan penyelamatan," jelasnya.

Azharuddin mengatakan bahwa pihak berwenang tidak mengesampingkan kemungkinan bahwa ada indikasi pembajakan pada pesawat itu. Namun hingga saat ini prioritas utama DCA adalah menemukan pesawat.

"Semua kemungkinan tentu ada, namun saat ini yang terpenting adalah menemukan keberadaan pesawat serta mengetahui kondisi penumpang," tutupnya.

Sebelumnya diberitakan China News dan dikutip The Straits Times, sejumlah puing terlihat di lautan antara Malaysia dan Vietnam namun tidak jelas apakah itu berasal dari pesawat Malaysia Airlines MH370.

Informasi ini disampaikan oleh Li Jiaxiang, kepala Administrasi Penerbangan Sipil China di sela sebuah acara di Beijing.

"Kami masih belum jelas tentang situasi dan posisi pesawat yang tepat, dan tetap berharap bahwa penumpang secara ajaib tetap hidup," katanya.