Selasa, 07 Januari 2014

FIKIH SYIAH DI UNIVERSITAS AL-AZHAR, MESIR

FIKIH SYIAH DI UNIVERSITAS AL-AZHAR MESIR
Syaikh Muhammad Muhammad Madani
Dekan Fakultas Hukum Islam al-Azhar
Dan Ketua redaksi majalah Risalah Islam.

Pertanyaan:
Kenapa Anda memasukkan fikih Syiah di Universitas al-Azhar, padahal Syiah adalah mazhab orang-orang yang meyakini bahwa Jibril seharusnya menyampaikan wahyu kepada Ali as, tetapi dia keliru dan menyampaikannya kepada Muhammad saw. Dan juga mereka meyakini bahwa sebagian dari Zat Allah Swt menyatu dalam diri Ali as?!
Syaikh Muhamad Muhammad Madani menjawab:
Kata Syiah adalah sebutan bagi berpuluh-puluh mazhab dan aliran yang dinisbatkan kepada Islam, di mana ada sebagian yang hak dan ada pula yang batil. Dengan kata lain, ada sebagian dari mazhab-mazhab ini yang menyimpang dari prinsip-prinsip (ushul) Islam, dan sesat, sedangkan sebagian yang lain sebagaimana mazhab-mazhab Ahlussunnah, percaya kepada prinsip-prinsip (ushul) Islam. Sekalipun dalam beberapa masalah cabang (furu’) dan masalah-masalah fikih dan ijtihad terjadi ikhtilaf dan beda pendapat dengan mazhab-mazhab Ahlussunnah (sebagaimana perbedaan pendapat ahli bahasa berkaitan dengan pengertian kata-kata).
Kelompok pertama yang dinamakan Syiah, dan mengingkari prinsip-prinsip Islam adalah termasuk kelompok sesat dan menyimpang dan tidak termasuk kelompok Islam; sekalipun mereka menamakan diri dengan Muslim. Karena Muslim adalah seorang yang beriman dan percaya kepada prinsip-prinsip akidah Islam dan tidak mengingkari berbagai kewajiban agama yang jelas dan nyata.
Amat menggembirakan pada hari ini kelompok-kelompok sesat ini telah punah dan tidak ditemukan sisa-sisa peninggalan mereka di dunia Islam, dan sekiranya kelompok ini masih dapat disaksikan dianut oleh beberapa orang dalam jumlah kecil, mereka adalah keluar dari kumpulan kita (Ahlussunnah) dan Syiah; bahkan mereka keluar dari agama Islam dan dikutuk oleh kedua kelompok (Ahlussunnah dan Syiah)

Adapun Syiah yang fikihnya diajarkan di Universitas al-Azhar adalah:

1-Syiah Imamiyah Itsna’asyariyah, adalah mereka yang menyakini bahwa kepemimpinan Ali as telah ditetapkan berdasarkan nash (dalil jelas) dan mereka ini disebut Imamiyah, dan karena imam mereka berjumlah dua belas orang, maka disebut Itsna’asyariyah.

Para penganut Syiah ini ada di Iran, Irak, Suriah, Lebanon, Pakistan, India, dan berbagai negara Arab dan Islam, dan mereka percaya kepada seluruh prinsi-prinsip Islam dan tidak ada seorang pun dari ahli kiblat yang dibolehkan mengkafirkan mereka. Perbedaan mereka dengan Ahlussunnah adalah pada perkara-perkara di luar prinsip-prinsip dan kewajiban-kewajiban dasar agama, dan fikih mereka dinisbatkan kepada Ahlulbait pilihan Nabi saw yang lebih populer dengan sebutan Fikih Ja’fari (dinisbatkan kepada Imam Ja’far ash-Shadiq putra Imam Muhammad al-Baqir.)

Syiah ini (Syiah Imamiyah Itsna’asyariah), menentang dan berlepas diri dari kaum Ghulat yang menisbatkan diri kepada Syiah, tetapi berlebihan dalam meyakini kepribadian Ali as. Syiah ini juga menganggap kaum Ghulat ini adalah kafir dan najis.

Syiah ini memiliki buku yang cukup banyak dalam akidah, fikih, ushul, rahasia syariat, akhlak, irfan, ilmu bahasa Arab dan lain-lain. Dan banyak ahli fikih, ahli hadis, ahli sastra Arab, ahli ushul, ahli kalam dan lain-lain, adalah berasal dari mereka, dan mereka memiliki berbagai karya dan pustaka yang cemerlang dalam khazanah ilmu-ilmu Islam di berbagai masa.

2-Syiah Zaidiyah di mana sebagian besar penganutnya berada di negara Yaman dan mazhab ini dinisbatkan kepada Zaid bin Ali Zainal Abidin, mazhab ini adalah mazhab Syiah yang paling mendekati Ahlussunnah, dan sekalipun dinamakan dengan Syiah tetapi tidak ada yang mempermasalahkannya.

Oleh karena itu, tidak benar jika seorang menganggap seluruh mazhab Syiah meyakini kerasulan atau ketuhanan Ali (Ali adalah rasul atau Ali adalah tuhan), ataupun mereka berlebih-lebihan dalam menyakini kepribadian Ali as. Dan anggapan semacam itu secara umum adalah keliru, karena harus dibedakan antara Syiah yang lurus dan Syiah yang sesat dan punah. Ketika kita mendengar suatu pendapat dari Syiah, maka perlu diperhatikan bahwa jangan-jangan itu adalah berasal dari Syiah sesat yang dinisbatkan kepada Syiah yang lurus dan benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar